Tuesday, September 27, 2016

4 Jari Berdarah

Hari Sabtu, terulang kembali..
Aku selalu tidak tahu apa kesalahanku, apa pergi dengan Papa kandung itu salah?

Hari Sabtu, Papa tiriku selalu pulang kerja lebih awal. Dia selalu menungguku di ruang makan sambil mengintip keluar pagar. Menungguku pulang, dengan mobil Papa kandungku. Itu menjadi hobby nya di hari Sabtu. Menghukumku, dengan berbagai alasan.

Aku turun dari mobil Jeep papaku, aku tahu aku bakal di hukum setelah masuk rumah. Ya, benar! Aku langsung di panggi ke ruang makan ( tempat favorit untuk menghukum )

Dia mengeluarkan sebuah surat kecil. Itu tulisan tanganku berisi "Elek seperti kelek, bau pesing ga pernah mandi" Waktu kecil sudah biasa menjadi guyonan, itu sudah hal yang wajar!! Dan aku sebagai anak kecilpun tahu, itu guyonan yg tidak perlu dipermasalahkan. Tulisan itu aku kasih ke suster. Ga disangka, surat itu ada di papa tiriku

Papa tiriku menyuruhku membaca tulisan itu. Perintah selanjutnya, aku harus membuka tangan kananku diatas meja makan marmer. Ternyata dia sudah menyiapkan penggaris sepanjang 60cm. Aku tahu, dia akan memukul tanganku. Tapi yang tidak pernah aku sangka, dia memukul tanganku dengan posisi penggaris bagian tajam di bawah, langsung mengenai kulitku. Sakiitttt!! Ke 4 jariku semua berdarah ( kecuali jempol ). Setiap jariku bergetar, berusaha terus membuka telapak. Tapi dalam hatiku, aku tertawa "Bodoh sekali orang ini, aku kidal, aku menulis dengan tangan kiri bukan tangan kanan!!"

Selama 1 minggu, setiap jariku panas. Satu satunya orang yang aku harapin cuma Mama yang bisa lindungin aku dari Papa tiriku. Tapi ternyata, ga seharipun tanganku di obatin, ga seharipun aku dilindungin

Terimakasih Mama & Papa tiriku!!

Thursday, September 1, 2016

Mainan Terakhir

Lupa persisnya, waktu itu aku kelas berapa. Sekitar kelas 2 SD awal..
Seperti biasa, hari Sabtu aku selalu di jemput Papa, kita makan McD. Namun setelah itu, aku memaksa Papa untuk lihat mainan di lantai atas..

Dari awal Papa sudah bilang, dia ga ada uang saat itu. Papa melarang aku beli mainan, untuk kali itu saja. Tapi entah kenapa, aku sangat memaksa Papa untuk membelikanku mainan, walau aku ga tau mainan apa yang mau aku pilih..

Sambil di gandeng Papa, aku berkeliling dan mencari mainan. Aku benar benar ga tau, harus beli mainan yang mana, tapi pokoknya harus beli mainan *itu yang ada dipikiranku saat itu..

Waktu kecil, entah kenapa aku senang main pedang pedangan & robot. Aku asal saja menunjuk mainan robot, lalu Papa membungkukkan badan berkata sekali lagi "Papa lagi ga ada uang, minggu depan aja beli" dan Papa menggandengku kembali berkeliling

Akhirnya aku menunjuk 1 mainan, troley mini berisi makanan makanan plastik. Aku bilang ke Papa, aku belum punya mainan ini, teman temanku sudah punya

Papa pun mengalah, dan membelikan aku mainan troley mini. Senang sekali membawa pulang mainan itu. Masih ingat sekali, aku susun troley dan isi isinya, aku taruh di depan ranjangku sebelah lemari pakaian

Dan lagi lagi, drama setiap Sabtu. Papa tiriku tau aku pergi dengan Papa kandungku. Dia marah besar. Mengangkat mainan troley miniku "Ini dari Papa Jiang kan??" Sambil mengambil koper kecil, dan 1 baju dress aku dimarahi & dan diusir dari rumah

Aku masih ingat, aku dijewer. Telingaku di tarik bersama badanku keluar rumah. Aku tau, dan aku merasa ini adalah hari terakhir aku dimahari Papa tiriku *entah dari mana insting itu datang

Seperti biasa, aku dimarahi Papa tiriku tidak cukup sejam, 2 jam, 1 hari, bahkan lebih. Keesokan harinya, disaat aku disuapi susterku dan segera bersiap ke sekolah, Mama menghampiriku ke kamar. "Kamu ga usa sekolah hari ini, besok kamu tinggal & sekolah di Bali". Sewajarnya anak kecil, aku senang aku tidak perlu sekolah hari itu. Mama cepat cepat mempersiapkan tiket bus, dan segala keperluanku di Bali..

Keesokan harinya, aku pergi ke Bali. Tanpa berpamitan dengan teman teman di sekolah, dan tentu saja tanpa berpamitan dengan Papaku. Dan perlahan aku sadar, troley mini adalah mainan terakhir dari Papa